88.93 F
Jakarta
February 5, 2023
Kontra

Sidang Kedua “PERKARA SIOMAY” Tim Kuasa Hukum Terdakwa Minta Sidang Dihentikan karena Perkara ini Bukan Pidana

Jakarta, Kontra – Pengadilan Negeri Jakarta Utara kembali menggelar sidang kedua dengan terdakwa Mulyana DS alias Cien cien yang diduga kuat dilaporkan oleh seorang pedagang siomay, Senin (8/8/2022) Mulyana disinyalir membuat korbannya merugi hingga Rp4 juta.

Pada sidang kedua kali ini tim kuasa hukum dari kantor hukum J Siregar & Associates Law Office membacakan beberapa esepsi yang nanti nya akan jadi bahan pertimbangan Hakim Ketua.

Muhenri Sihotang, SH, MH, selaku Penasehat Hukum Terdakwa selepas sidang mengatakan, tadi telah disampaikan bahwa kami keberatan dengan dakwaan Jaksa Penuntut Umum yang dimana tidak di menjelaskan secara rinci kronologis fakta yang sesungguhnya sebagaimana terdapat dalam berita acara pemeriksaan pada tahap penyidikan oleh karenanya surat dakwaan tidak cermat, tidak jelas dan tidak lengkap dan perkara ini adalah murni perdata wanperstasi dalam hal jual beli siomay sehingga tidak bisa dibawa ke ranah pengadilan pidana, imbuhnya.

“Saat membacakan dakwaan nya Jaksa Penuntut Umum juga tidak menyertakan bahwa Terdakwa Mulyana sudah membayar lunas semua biaya makanan siomay tersebut yang totalnya sebesar Rp 4.205.000,- padahal saat dalam berita acara pemeriksaan penyidik, Terdakwa sudah menyampaikann hal pembayarannya kepada penyidik, ucap Muhenri, senin (8/8/2022).

Lebih lanjut Muhenri Sihotang, SH, MH, Penasehat hukum terdakwa, yang juga Ketua bidang keanggotaan DPN Peradi dan Sekretaris DPC Peradi Jakarta Utara, pimpinan Prof Otto ini, lebih lanjut mengatakan “ bahwa sebenarnya makanan siomay ini menurut Terdakwa Klien kami tidak pernah memesannya, Terdakwa mengira saksi pelapor Efendi menyumbangkannya karena unsur pertemanan dan persahabatan yang sudah seperti keluarga, dimana sebelumnya saat saksi pelapor baru buka kios siomaynya, Terdakwa pernah membrikan barang furniture meja kursi kepada Terdakwa dan 4 buah ban mobil baru yang mana nilainya lebih besar dari harga Siomay tersebut, namun setelah kurang lebih 2 bulan setelah siomay dimakan keluarga yang saat itu sedang dalam rumah duka, datang tagihannya melalui whatsaap dan selanjutnya terdakwa dilaporkan ke Polsek penjaringan” ucap Muhenri, Senin (8/8/2022).

SIMAK JUGA :  Kajari Banyuwangi Tutup Akses Informasi Publik

Muhenri menambahkan, bahwa dakwaan yang di sampaikan kepada kliennya ini sebenernya adalah masuk dalam ranah perdata bukan pidana karena ini dalam hal jual beli makanan siomay, walaupun dalam perjalanan nya si terdakwa terlambat membayar namun tetap itu adalah ranah perdata bukan pidana. jadi kami sebagai penasehat hukum menduga perkara ini dipaksakan dan kami tidak mengetahui motifnya apa, makanya dalam eksepsi kami tadi sudah jelas kami sampaikan apa yang kami inginkan sebagai PH Terdakwa

yaitu antara lain, Majelis Hakim yang Mulia dapat menerima eksepsi kami, menyatakan dakwan penuntut umum batal demi hukum dan menetapkan sidang perkara Terdakwa dihentikan serta membebaskan Terdakwa dari segala dakwaan” tutup Muhenri, senin (8/8/2022)

Related posts

Hakim Sebut Dakwaan Jpu Tidak Jelas Sumbernya

Admin Kontra

Ahli Hukum Universitas Trisakti: kasus korupsi DAM Parit Aneh terdakwanya Cuma 1 Orang

Admin Kontra

Perkara Korupsi DamParit Karawang Adalah Produk Hukum Yang Gagal

Admin Kontra