88.93 F
Jakarta
February 5, 2023
Kontra

Ketum GPHN RI : Tidak Benar, Djuanningsih Ikut Menikmati Hasil Korupsi

Oleh    :Elma Damayanti
Editor : Adrm

Kontra Serang Banten – Sidang tuntutan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum dalam perkara terkait dugaan pidana kasus korupsi BJB Cabang Tangerang  yang digelar di pengadilan tipikor serang Kelas 1A. Sebelumnya, sidang sempat tertunda karena ketidak siapan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan dilanjutkan  pagi tadi, Selasa (11/05/2021). 

Menurut ketum GPHN RI, Madun Hariyadi, hasil tuntutan yang dibacakan hanya perkiraan saja, ”Tuntutan ini tidak benar, masa saksi ( Djuanningsih ) dituduh ikut menikmati hasil dari kejahatan terdakwa, malah saksi  ini adalah korban dari tipu daya terdakwa. Saya merasa tuntutan itu terlalu ringan karena kasus ini sudah direncanakan oleh mereka dan korbannya bukan hanya Djuanningsih saja tapi masih ada beberapa orang lainnya. Seperti kasus – kasus sebelumnya yang terjadi di Purwakarta, ” ungkap pegiat anti korupsi ini.

Pasalnya, dalam sidang tersebut yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum seolah – olah kejahatan yang dilakukan terdakwa itu dilimpahkan ke para saksi. JPU mengatakan, saksi  Djuanningsih dan saksi yang lainnya ikut menikmati hasil kejahatan dari terdakwa Kunto Aji dan Dera, padahal yang terjadi sebenarnya adalah uang itu untuk membayar hutang Dera ke Djuaningsih. 

Diberitakan sebelumnya, para terdakwa sudah pernah melakukan rencana penipuan terhadap Djuanningsih  di Purwakarta. Bahkan, pihak kejaksaan tinggi Banten malah menyita uang Djuanningsih senilai 2,3 Miliar ke rekening pribadi kajati Banten.

Dalam hal ini, JPU memberikan tuntutan hukuman 6 tahun penjara untuk terdakwa Kunto Aji, sedangkan untuk Dera tuntutan hukuman 7 tahun penjara. Tuntutan jaksa penuntut umum  dirasa sangatlah ringan untuk kasus tersebut karena  kasus ini sudah direncanakan dan sudah terjadi dibeberapa daerah dan pelakunya pun masih sama. 

 

SIMAK JUGA :  Bukannya Mengawasi, Petugas PKH Bandung Malah Terlibat Menyuplai Bantuan Pangan

Related posts

Ketum GPHN RI : Akan Lakukan Upaya Hukum Lain Bila Ada Pelanggaran Kode Etik Dan Profesi

Admin Kontra

Belum ada satupun saksi yang bisa membuktikan perbuatan Unep Hidayat

Admin Kontra

Tidak Jera Juga, Polsek Johar Baru Mengamankan Residivis Curanmor 

Admin Kontra