88.93 F
Jakarta
February 5, 2023
Kontra

Direktur Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Berjanji Akan Terus Memburu Pinjol Ilegal Yang Masih Beroperasi 

Jakarta, Kontra – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya masih menelusuri identitas pemodal dalam kasus pinjaman online (pinjol) ilegal yang digerebek di Manado, Sulawesi Utara.

“Ya, masih kita coba kembangkan ke sana,” ujar Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Auliansyah Lubis kepada wartawan, Selasa (5/12/2022).

Lebih lanjut Auliansyah mengatakan, pihaknya telah menetapkan dua tersangka dalam kasus ini. Namun, dia menyebut tidak tertutup kemungkinan adanya penambahan tersangka nantinya.

“Sementara ini masih dua (tersangka), tapi kami akan tetap kembangkan terus. Mungkin masih mungkin ada tersangka lainnya lagi,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Auliansyah memastikan pihaknya akan terus memberantas kasus serupa ke depannya. Dia juga mengimbau agar masyarakat tidak tergoda menggunakan jasa pinjaman online, apalagi yang tidak memiliki izin resmi OJK.

“Seperti komitmen kita terdahulu kita akan berantas pinjol. Jadi jangan sampai ada pinjaman online ilegal yang mencoba-coba melakukan kegiatan kegiatan seperti ini. Kita akan berantas sampai mana pun kita akan kejar,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Subdirektorat Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya bekerja sama dengan Subdit Siber Polda Sulawesi Utara mengungkap praktik pinjaman online (pinjol) ilegal berkedok koperasi yang beroperasi di Manado.

Penggerebekan dilakukan di sebuah unit kantor yang berada di kawasan Kota Manado, Sulawesi Utara. Dalam pengungkapan ini, polisi mengamankan karyawan serta pimpinan pinjol

SIMAK JUGA :  Ilmu dan Kemampuan Penyidik itu Sama, Novel Baswedan Hanya Pintar Menggiring Opini

Related posts

Satuan Koarmada I Pondok Dayung Menerima Sosialisasi Penyediaan Perumahan Melalui Dinas (PPMD) TNI AL

Admin Kontra

Isu Kenaikan Harga BBM, Kapolsek Pagedangan Himbau Warga Agar Tidak Panik

Admin Kontra

Ketahuan Pakai Celana Dalam Majikan, Seorang Pembantu Rumah Tangga di Aniaya 

Admin Kontra