81.23 F
Jakarta
December 4, 2022
Kontra

Audiensi Kejaksaan Agung Dengan DPP GPHN-RI

Jakarta, Kontra.co.id –Senen 24 Oktober 2022 bertempat di Gedung Kejaksaan Agung RI Ketum GPHN-RI Madun Hariyadi dan Tim di sambut baik oleh Para Pejabat Kejaksaan Agung RI di antaranya Bapak Rizal Pahlevi.

Sebelum acara audiensi di mulai Ketum GPHN-RI menyampaikan Apresiasi terhadap Program Jaksa Agung RI ST Burhanudin.

Selama kepemimpinan ST Burhanudin banyak gebrakan sehingga patut di apresiasi oleh seluruh masyarakat indonesia,

Banyak kasus2 besar yang di ungkap selama kepemimpinan ST Burhanudin, di antaranya Kasus Jiwasraya, kasus Asabri, penangkapan buronan kakap kasus korupsi Surya darmadi,

Dan laporan2 masyarakat terkait kasus korupsi di kejati dan kejari yang macet kini mulai di percepat pemberkasanya,

Namun program2 Jaksa Agung yang baik tersebut masih ada yang bertolak belakang dengan kondisi di lapangan,

Untuk itu di perlukan peran masyarakat, lsm dan media untuk melakukan sosial kontrol.

Ketum GPHN-RI juga menyampaikan catatan penting terkait Prestasi yang di lakukan dengan cara2 kotor yang di lakukan oleh oknum jaksa dalam menangani kasus korupsi.

Seperti kasus dugaan tindak pidana korupsi DamParit kabupaten karawang tahun 2018.

OutPut proyek damparit ini tidak ada masalah dan belum ada laporan dari BPK RI, namun di cari2 masalahnya oleh aparat hukum kejari karawang selama hampir empat tahun dengan satu terdakwa hj usmania (61 tahun)

Yang kedua kasus bjb cabang tangerang, Pelapor Djuaningsih dan saksi Unep Hidayat di jadikan tersangka oleh kejati Banten yang di pimpin oleh Asep Mulyana.

Dua kasus ini sangat memprihatinkan, meskipun terbukti di persidangan, namun semua itu tidak sesuai dengan kebenaranya.

Pandangan saya penanganan dua perkara tersebut di atas di dasari faktor dendam dan tidak mengedepankan hati nurani.

SIMAK JUGA :  Jaksa Tetap Menuntut Unep Meski Tuduhanya Tidak Bisa Di Buktikan Di Persidangan.

Ketum GPHN-RI berharap kepada kejaksaan agung RI agar Peristiwa yang di alami hj usmanis, Hj Djuaningsih, dan Haji Unep Hidayat yang saat mengajukan Peninjauan Kembali (PK) tidak terulang lagi dan tidak ada lagi masyarakat yang terlukai rasa keadilanya, akibat menjadi korban arogansi oknum jaksa.

Ketum GPHN-RI juga berpesan kepada masyarakat tidak perlu takut melapor ke Kejaksaan Agung RI jika ada oknum Jaksa nakal yang melakukan perbuatan tercela.

Kami sebagai Pegiat anti korupsi sangat berterima kasih kepada kejaksaan agung RI, karena hampir semua pengaduan kami di tindak lanjuti.

Tidak hanya pengaduan kasus dugaan tindak pidana korupsi,

Namun pengaduan kami terkait tindakan oknum jaksa yang tidak profesional dalam bekerja juga di tindak tegas oleh Bapak Jaksa Agung RI,

Contoh laporan kami terkait prestasi yang di lakukan dengan cara2 kotor dalam menangani kasus dugaan tindak pidana korupsi Damparit kabupaten Karawang dan kasus dugaan tindak pidana korupsi kredit macet bjb cab tangerang.

Semua oknum jaksa yang melakukan perbuatan tercela dalam menangani kasus di proses hukum dan mendapat sangsi hukuman yang sangat berat oleh kejaksaan agung RI.

Untuk itu kami dari Lsm GPHN-RI berpesan kepada kawan2 agar terus bersemangat melakukan sosial kontrol terhadap kinerja kejaksaan di daerah, dan jangan takut atau ragu melapor ke kejaksaan agung RI jika menemukan bukti perbuatan tercela yang di lakukan oleh oknum jaksa.

Karena Bapak Jaksa Agung RI ST Burhanudin sangat tegas.

Memasuki acara audiensi ada tiga hal penting yang di pertanyakan oleh Ketum Lsm GPHN-RI,

1. Apa yang harus di lakukan jika ada yang menjadi korban tuntutan asal2an oleh jaksa,

SIMAK JUGA :  Madun Hariyadi : Saya Akan Lapor ke Jaksa Agung, Jamwas, dan Ombusman RI

2. Apa yang harus di lakukan jika ada korban rekayasa hukum yang di lakukan oleh Oknum jaksa

3. Apa yang harus di lakukan jika ada yang sudah terlanjur menjadi korban rekayasa hukum.

Bapak Rizal Pahlevi memberikan jawaban dengan tegas silahkan laporkan pada kami, dan akan kami tindak lanjuti, karena Bapak Jaksa Agung sangat tegas.

Ketum GPHN-RI memberikan Apresiasi atas atas jawaban tersebut,

Karena semua Pengaduan yang di sampaikan oleh TIM GPHN-RI sudah di tindak lanjuti, dan oknum jaksa yang sudah terbukti melakukan perbuatan tercela kini mendapat hukuman yang cukup berat.

Related posts

Ketum GPHN-RI: KPK, Kejaksaan dan Polri Jangan Tutup Mata dan Telinga Dengan Kabupaten Majalengka

Admin Kontra

KETUM GPHN RI: Terdakwa Kasus Korupsi BJB TANGERANG Memberi Keterangan Bohong

Admin Kontra

JAM-Pidum Memastikan Tersangka FS Dkk Mendapatkan Perlakuan Sama Dengan Perkara Lain Tidak Ada Perlakuan Khusus

Admin Kontra